Postingan

Harapan Yang Melukai Seorang Petani

 


Disebuah desa yang terpencil, tinggallah sekeluarga petani yang sangat miskin, kesehariannya hanya mengurusi ladang dan sawah sawah warga desa itu. Pada suatu hari, saat sedang menuju ke ladang petani ini melihat seekor kucing anggora yang sangat lucu. Kucing ini terseat di ladang, petani melihat ke sekeliling, dan tidak ada seorang pun. Kemudian petani ini menggendong anjing kecil ini pulang ke rumahnya dan dijaga oleh anaknya.

            Rupanya pemilik kucing ini adalah seorang kepala desa dari desa sebelah. Sang kepala desa sangat panik karna kucing ini milik sang anak dan anaknya menangis dikarenakan kucingnya hilang pada saat dititipkan ke ayahnya. Anaknya tidak mau digantikan dengan kucing yang lain, dia tetap menginginkan kucing kesayangannya kembali. Lalu kepala desa memberitahu rakyatnya dan membuat sayembara, siapa saja yang menemukan kucing anaknya akan diberi hadiah 1 jt.

            Keesokan harinya, ketika si petani pergi ke sawah,ia mendengar kabar mengenai sayembara tersebut. Lalu ia pulang ke rumah untuk mengambil kucing dan diserahkan ke kepala desa sebelah dan mengambil hadiahnya. Tetapi sampai di rumah, anak sang petani yang kecil malah sudah menyukai si kucing, karena tidak tega melihat anaknya menangis si petani akhirnya mengurungkan niatnya. Dan dikarenakan belumada yang menemukan ang kucing, akhirnya kepala desa menambahkan hadiah menjadi 1,5 jt untuk yang menemukan ang kucing.

            Petan ini hampir tidak percaya dengan apa yang di dengar, kemudian sang petani melakukan negosiasi dengan anaknya yang kecil, kalau anaknya mau mengembalikan kucing, petani akan membeli anaknya sepeda, negosiasi pun berhasil. Lalu, petani mengambil kucing dan digendong untuk dikembalikan ke kepala desa, tetapi langkah kakinya tiba-tiba berhenti. Setelah berpikir kembali, akhirnya dia membawa kembali kucing itu ke rumahnya. Setelah hari ketiga, dan benar saja hadiahnya bertambah lagi. Begitu juga hari ke empat, hadiahnya terus bertambah.

            Setelah hari ke 5, jumlah hadiahnya sudah sangat besar dan mengagetkan seluruh warga desa. Nah, pada saat itu si petani lari pulang ke rumah untuk mengambil kucingnya. Dan di luar pikirannya, kucingnya sudah mati karena ia tidak memberikan makanan khusus kucing seperti yang biasa sang kucing makan. Karena sifat tamaknya mengharapkan hadiah dengan jumlah yang besar sang petani gagal dapat hadiah dan gagal menepati janjinya pada sang anak.   

Posting Komentar

© Cirikita. All rights reserved. Premium By Raushan Design