Postingan

Karena ibu, Duniaku Istimewa


 

 

            Perkenalkan namaku Alya Syafiya, aku terlahir dari keluarga yang sangat miskin. Bahkan untuk makan saja seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sangat sering memberikan nasinya untukku. Setelah kepergian ayah, ibuku harus merangkap sebagai ayah dan ibu untuk aku dan kakak-kakakku. Dengan pekerjaan sebagai seorang petani, ibu harus membiayai kebutuhan hidup seorang diri. Kehidupan keluarga kami semakin hari semakin susah. Tetangga yang melihat kehidupan kami yang semakin kekurangan, sangat sering menyarankan ibu untuk menikah lagi. Tetapi dengan sejuta kasih sayangnya kepada kami anaknya, beliau mengesampingkan kebahagiannya, demi kebahagian kami anaknya.

            Setelah kakak-kakakku lulus sekolah, ibuku tidak diizinkan bekerja lagi dan biayaku sekolah semua ditanggung kakak-kakakku. Tetapi ibuku tidak mau, ia rela  pergi ke sawah untuk memenuhi hidupnya dan tidak mau merepotkan anaknya. Kakakku yang bekerja diluar kota sering kali mengirimkan sedikit uang untuk membantu ibu memenuhi kebutuhannya, tetapi ibu selalu tidak mau menggunakan uang itu dan ibu selalu menyimpan uang pemberian kakakku untuk keperluan mendadak kakakku, ibu selalu mengatakan punya uang lebih.

            Setelah aku lulus sekolah, akupun mulai mencari kerja, dan diterima di PT.di luar daerah. Akhirnya akupun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lebih dari cukup, aku bermaksud untuk membawa ibuku tinggal bersamaku, tetapi ibu yang sangat baik hati menolak ajakanku dengan maksud tidak mau merepotkan anaknya. Ibuku guru tanpa akta. Beliau guru yang penuh dedikasi kepada tuhan, ibu pengajar terbaik di usiaku. Ibu mengajarkan kami arti cinta sesungguhnya, ibu menjanda karena cintanya yang besar kepada kami anak-anak emasnya. Ibu pengajar  arti kesabaran, sabar dengan hal apapun. Ibu guru nomor satu,  pengajar etika terbaik, pengajar kami bagaimana merayu tuhan. Ibuku guru tanpa akta.

             Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena peyakit yang sangat parah dan harus di operasi segera. Aku yang bekerja di luar kota langsung pulang untuk menjenguk ibu. Aku melihat ibu yang berbaring lemah tidak berdaya di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatapku dengan air mata penuh kerinduan. Terlihat sangat jelas betapa penyakitnya membuat ibu sangat menderita, tubuh ibu terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibu sambil berlinangan air mata. Hatiku sakit sekali, perih melihat ibu dalam kondisi seperti ini. Di hari yang sama, ibunda tercintaku menghembuskan nafas terakhirnya.

Posting Komentar

© Cirikita. All rights reserved. Premium By Raushan Design