Postingan

Kenapa Bukan Aku ?

 


 

            Namaku Rima Novia, gadis yang memiliki ekonomi menengah. Aku kuliah di salah satu Universitas swasta di daerahku. Aku memiliki seorang teman, yang bernama Vira Yana. Gadis sederhana dan apa adanya. Kami berteman sejak pertama masuk kuliah. Rumah kami lumayan jauh, sekitar 45 menit sampai ke rumahnya. Kami sering berdua, entah itu ke kamar mandi  atau pun kekantin. Tak terpisahkan, kecuali dirumah tentunya.

            Suatu hari, kelas kami sedang kosong dikarenakan dosen sedang berhalangan hadir. Aku membuka hp dan menonton youtube. Sambil menunggu nilai hasil ujian tengah semester. Sebuah notif muncul, ada pesan dari temanku. Katanya hasil uts tidak jadi diumumkan hari ini. Dengan perasaan sedikit kecewa,aku bersama temanku keluar dari kelas dan langsung pulang kerumah.

             Saat aku sedang bermain hp dikamar , muncul sebuah notif, pesan dari temanku, dia memberitahuku bahwa ada seorang lelaki yang berniat serius dengannya. Dia mengirim foto lelaki tersebut, perasaanku tidak bisa ku deskripsikan malam itu, antara kecewa, sedih, marah dan bahagia melihat temanku akan dipinang lelaki yang ku impikan. Kenapa harus teman dekatku yang dipilih lelaki itu. Sementara diriku yang sudah mengeluarkan banyak uang untuk perawatan, diriku yang menurutku lebih segalanya dari temanku itu. Aku hanya bisa tersenyum paksa dan berkata, “ ini rezekimu,” dengan hati yang sedih.

            Keesokan harinya, kami mulai kembali ke kampus. Hari itu hasil UTS kami diumumkan . Aku dan vira pernah menghayal mendapatkan nilai yang tinggi, dan ternyata khayalan vira dikabulkan. Lagi-lagi aku mengatakan dalam hatiku, ini rezekinya, bukan rezekiku. Banyak yang mengucapkan selamat padanya, padahal aku juga menginginkannya. Aku sempat tidak terima dan protes ke dosen kami. Tapi lagi-lagi sang dosen pun menjatuhkan mentalku, dan lagi-lagi aku iri padanya.

            Seperti yang kubilang, bukan kali ini saja aku iri padanya. Pernah juga aku iri karena dirinya yang selalu dekat dengan orang manapun. Ramai yang menyukai dan menyayanginya. Selang dua bulan kemudian tiba saatnya ujian akhir semester. Disitu pikiranku berharap mendapatkan apa yang didapatkan vira. Nyatanya tidak, nilaiku juga tidak bisa mengalahkan nilai vira.

            Aku rasa kemana saja aku pergi aku akan membuat diriku ini cemburu atas apa yang didapatkan vira. Aku tidak bisa membayangkan apa kelebihan, apa yang dilihat, apa pandangan orang terhadap vira. Dan aku hanya bisa tersenyum dan mengatakan bukan rezekiku. Maaf jika keiirian itu masih berlanjut. Maaf, sampai kapanpun aku akan iri pada vira.

 

Posting Komentar

© Cirikita. All rights reserved. Premium By Raushan Design