Seoul Central Mosque, Masjid Pertama di Korea Selatan Begini Sejarahnya

 
(Image: instagram.com/dianpelangi)

Seoul Central Mosque merupakan masjid pertama sekaligus tertua yang ada di Korea Selatan. Masjid ini dimulai sejak tahun 1976 tepat nya pada bulan Mei atas persetujuan dan keputusan Presiden Korea Selatan.

Seoul Central Mosque berada dipusat kota, Distrik Yongsan, Itaewon, Seoul. Sekaligus menjadi satu-satunya tempat ibadah umat muslim yang ada di ibu kota negara Korea Selatan.

Mayoritas agama penduduk Korea Selatan adalah Buddha dan Hindu. Itu menjadi penyebab jumlah masjid di Korea Selatan masih sangat sedikit.

Sejarah Seoul Central Mosque sendiri tidak lepas dari sejarah perkembangan Islam di Korea Selatan. Populasi muslim di Korsel terus meningkat sejak pertama kali diperkenalkan setelah perang Korea pada tahun 1950-an.

Setelah perang usai beberapa pasukan Turki ditugaskan di Korea Selatan, selain bertugas sebagai penjaga perdamaian di bawah naungan PBB, mereka juga mulai mengajarkan dan memperkenalkan Islam kepada masyarakat Korea.

Pada tahun 1955 mereka mendirikan Asosiasi bernama “Korean Muslim Society” yang kemudian pada tahun 1967 berganti nama menjadi “Korean Muslim Federation”

Organisasi inilah yang kemudian memiliki peran yang sangat penting dalam berdirinya Seoul Central Mosque.

Seoul Central Mosque tidak hanya tempat untuk beribadah umat muslim di Korea namun juga dilengkapi dengan kantor, ruang kelas, sekolah sampai dengan aula untuk digunakan menurut kepentingan umat Muslim di sana.

Masjid ini ditujukan tidak hanya untuk beribadah namun diharapkan menjadi pusat dakwah sekaligus pendidikan untuk masyarakat. Banyak Muslim yang menjadi jama’ah di Seoul Central Mosque adalah tourist atau imigran sehingga biasanya khotbah atau ceramah yang berlangsung menggunakan 3 bahasa yaitu bahasa Inggris, Arab dan Korea.

Bangunan Seoul Central Mosque terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat pertemuan sekaligus kantor Federasi Muslim Korea Selatan. Di lantai dua digunakan untuk shalat jamaah laki-laki. Lantai tiga sebagai tempat jamaah wanita.

Dengan didominasi dengan warna abu-abu, biru, hijau dan putih bangunan masjid tampak berdiri megah dan unik dengan bangunan di sekitarnya. Ditambah pada bagian atap masjid bertulis kan kaligrafi “Allah Huakbar” berwarna hijau yang memperindah masjid, tak jarang para turis mengambil foto dengan latar belakang keindahan Seoul Central Mosque.

Pada bagian luar bangunan mesjid terdapat tempat wudhu. Juga terdapat TK Islam Prince Sultan Islamic School sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak. Diharapkan masjid ini menjadi sarana tersebarnya dakwah Islam kepada masyarakat Korea agar dapat mengenal Islam.

Posting Komentar

© Cirikita. All rights reserved. Premium By Raushan Design