Sering Salah Dipahami Begini Syarat Pakaian Seorang Muslimah Sesuai Syari’at


Islam adalah agama yang sempurna karena tidak hanya mengatur persoalan ibadah namun juga hubungan dengan diri sendiri dimana salah satunya ialah menutup aurat secara sempurna.
 
Islam datang dengan aturan yang lengkap dan sempurna sebagai panduan hidup bagi seluruh kaum Muslim di seluruh dunia. Memberikan solusi dalam segala masalah, mulai dari bangun tidur sampai dengan bangun negara semua telah diatur dalam Islam.
 
Masalah pribadi yang berkaitan dengan dirinya sendiri, agar tidak terjadi kerusakan akibat lemah dan terbatasnya akal manusia Allah telah menetapkan aturan. Wajib hukumnya bagi umat Muslim diseluruh dunia baik laki-laki ataupun perempuan untuk menjaga batasan auratnya kepada yang bukan mahram.
 
Terkhusus kepada muslimah terdapat aturan-aturan tambahan dalam berpakaian sebagai bentuk rasa cinta dan kasih sayang Allah kepada kau wanita. Wanita Allah ciptakan berbeda dengan laki-laki, baik dalam bentuk perbedaan fisik, emosional dan biologis. Maka dalam hal berpakaian pun batasannya berbeda.
 
Allah SWT berfirman yang artinya:
 
“Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (QS. Al A’raaf [7] : 26)
 
Ayat ini merupakan dalil wajibnya menutup aurat. Mengenai batasan aurat seorang wanita, jumhur ulama sepakat bahwa aurat wanita meliputi seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Seperti yang ditunjukan dalam QS.An Nuur [24] : 31 serta sebagaimana Ibunda Aisya telah menceritakan bahwa saat Asma Binti Abu Bakar masuk ke ruangan wanita dengan berpakaian tipis, maka Rasulullah Saw. Pun berpaling seraya berkata; “Wahai Asma, sesungguhnya perempuan itu jika telah baligh tidak pantas menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini. Sambil menunjukkan telapak tangan dan wajahnya,” [HR. Muslim]

(gambar: i.pinimg.com)
 
Lalu bagaimana seharusnya pakaian seorang muslimah sesuai dengan syari’at Islam saat bertemu dengan yang bukan Mahramnya

1. Memakai Mihna

Mihna adalah pakaian rumahan yang biasa dipakaian muslimah saat dirumah. Berupa piyama tidur, daster dan pakaian biasa lainnya. Saat hendak keluar rumah, mihna ini tetap harus dipakai sebagai lapisan sebelum memakai gamis atau jilbab.
 

2. Wajib memakai Jilbab/Gamis

Saat berada dilingkungan yang sama dengan yang bukan mahram muslimah diwajibkan memakai  Jilbab/Gamis.
 
Allah SWT. Berfirman dalam [QS.Al Ahzab : 59]
 
“Hai nabi katakanlah kepda istriistrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
 
Maksud jilbab pada ayat diatas adalah baju kurung/gamis. Karna pada dasarnya jilbab/gamis ialah pakaian yang menutupi seluruh badan.
 
Syarat jilbab/gamis juga harus dijulurkan sampai menutupi mata kaki, tidak nerawang/tipis, tidak ketat sehingga membentuk badan dan tidak terbelah samping. Tidak berlebihan sehingga tergolong tabaruj, gamis/jilbab harus pakaian terusan.
 

3. Memakai Kerudung dan Menjulurkannya Menutupi Dada

Kerudung menjadi salah satu syarat wajib pakaian syar’i kaum muslimah. Wajib hukumnya untuk kaum wanita menutupi kelapa sampai dada nya menggunakan khimar/kerudung. Bahkan sehelai rambut yang tampak pada yang bukan mahramnya akan menjadi dosa besar.
 
Perintah untuk menggunakan kerudung/khimar ada dalam QS. An Nuur:31 dan QS.Al-Ahzab:59
 
Perintah ini berlaku para seluruh kaum muslimah dimanapun mereka berasal dan tinggal. Sejak mereka balig maka kewajiban menutup aurat telah dibebankan padanya.
 

4. Kaos kaki, Ciput dan Handsock

 
Yang sering dilupakan oleh banyak kaum wanita muslim adalah bahwa kaki mereka juga merupakan aurat yang wajib untuk ditutupi. Tidak cukup hanya denagn menjulurkan gamis mereka, namun juga wajib menambahkan kaos kaki agar terjaga saat kaum muslimah beraktivitas.
 
Ciput dan Handsock merupakan tambahan yang digunakan untuk menjaga agar pakaian yang kita bawa keluar rumah tetap aman walaupun kita hendak beraktivitas dalam waktu lama. Untuk menjaga agar rambut tidak terlihat tanpa sadar kita menggunakan ciput sebagai ikhtiar untuk menjaga aurat. Sama hal nya dengan handsock digunakan untuk menjaga saat bergerak lengan yang tidak boleh tampak tetap terjaga.

5. Tidak Tabaruj/Berlebihan

Sesuatu yang berlebihan selalu tidak akan baik. Memakai sesuatu diluar kebiasaan yang dapat mengundang orang lain memandang digilongkan tabaruj. Memakai warna yang terlalu mencolok atau diluar kebiasaan lingkungan juga termasuk sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam Islam
 
Memakai parfum menyengat, make up tebal dan merias diri secara berlebihan untuk tujuan dipandang oleh yang bukan mahram merupakan pelanggaran yang sudah sering diabaikan. Padahal jika coba dicari tahu bahwa perbuatan itu sangat tidak disukai Allah.
 

 

Posting Komentar

© Cirikita. All rights reserved. Premium By Raushan Design